News

Yamaha Sepang Racing: Sang Pahlawan Malaysia

2019-12-14T04:27:06+01:00Desember 13th, 2019|2019-2020, 8 Hours of Sepang 2019|

Yamaha Sepang Racing semakin mempertegas status mereka sebagai favorit juara dengan meraih pole position. Yamaha 21 yang dipiloti Franco Morbidelli, Michael van der Mark dan Hafizh Syahrin akan memulai balapan dari posisi terdepan di edisi perdana 8 Hours of Sepang esok hari (Sabtu). Berikut adalah ulasan singkat mengenai tim Malaysia tersebut.

Yamaha Sepang Racing semakin mempertegas status mereka sebagai favorit juara dengan meraih pole position. Yamaha 21 yang dipiloti Franco Morbidelli, Michael van der Mark dan Hafizh Syahrin akan memulai balapan dari posisi terdepan di edisi perdana 8 Hours of Sepang esok hari (Sabtu). Berikut adalah ulasan singkat mengenai tim Malaysia tersebut.

Rider MotoGP dan Moto2 Hafizh Syahrin adalah bintang Malaysia. Mendapat sebutan “El Pescao” karena performanya yang hebat dalam menaklukkan lintasan basah, rider asal Malaysia Yamaha Sepang Racing tersebut akan membalap bersama Michael van der Mark dan Franco Morbidelli.

Rider kebanggaan negeri Jiran tersebut sebelumnya pernah berkompetisi dalam balapan ketahanan Suzuka 8 Hours 2017 bersama Team Kagayama.

Michael van der Mark, juara dunia Supersport 2014 dan rider top Superbike, juga memiliki pengalaman di balapan ketahanan sebagai juara Suzuka 8 Hours empat kali dalam kurun waktu 2013 hingga 2018.

Franco Morbidelli menjadi yang tercepat di antara ketiga pembalap Yamaha Sepang Racing saat kualifikasi pada hari Rabu dan Top 10 Trial setelahnya. Ia memenangkan kejuaraan dunia Moto2 2019 dan saat ini bertanding di ajang MotoGP bersama Petronas Yamaha SRT yang dipimpin oleh Razlan Razali, CEO Sirkuit Internasional Sepang. Jadi, tak salah jika ia menargetkan kemenangan di 8 Hours of Sepang.

Franco Morbidelli adalah salah satu dari tiga pembalap yang tidak mempunyai pengalaman di ajang FIM EWC. Menunjukkan performa yang luar biasa di kualifikasi –dengan catatan waktu 2:03.907 — ia sangat fokus untuk memenuhi tujuan tim dan memahami persaingan yang sangat ketat di ajang ini. “Kami berhasil memperlebar jarak dengan Honda FCC TSR di sesi latihan,” ujar Morbidelli. “Tetapi mereka adalah tim yang sangat berpengalaman di balapan semacam ini, jadi kami mencoba sebisa mungkin untuk tidak membuat kesalahan apapun selama lomba berlangsung.”