Tim Baru Suzuki, Yoshimura SERT Motul Raih Trofi FIM EWC 2021

2021-10-15T09:24:26+02:00Oktober 15th, 2021|2021, 6 Hours of Most|

Musim pertama, gelar juara dunia pertama. Gabungan dari tim Jepang-Prancis Suzuki Endurance Racing Team dan Yoshimura ini menutup musim dengan baik dengan pencapaian juara dunia FIM Endurance World Championship. Salut untuk sang juara 2021.

Musim 2021 mereka diawali dengan kemenangan di 24 Heures Motos. Tidak ada cara lebih manis dari itu untuk memulai kerja sama antara Yoshimura, spesialis Endurance asal Jepang dengan empat kali juara di Suzuka 8 Hours dan banyak podium lainnya dan Suzuki Endurance Racing Team, tim dengan 16 gelar juara dunia di FIM Endurance World Championship.

Musim gugur lalu, Suzuki Endurance Racing Team, sang juara dunia 2019-2020, mengumumkan terbentuknya tim baru Yoshimura SERT Motul. Setelah memenangkan 24 Heures Motos dan terjatuhnya mereka 12 Hours of Estoril, Yoshimura SERT Motul kembali lebih garang dari tim lainnya demi akhirnya merebut podium pertama di Bol d’Or.

Hadir ke laga 6 Hours of Most di peringkat pertama, Yoshimura SERT Motul harus membalap dengan mulus tanpa catat agar mampu melawan VRD Igol Experiences, satu-satunya tim yang menjadi penantang Yoshimura SERT Motul dalam mendapatkan gelar juara dunia. Yoshimura SERT Motul mengklaim podium ketiga di Most dan dengan ini mereka dinobatkan sebagai juara dunia FIM EWC 2021.

Kerja keras segenap tim
Di atas sadel GSX-R1000R #1, Gregg Black, Xavier Simeon dan Sylvain Guintoli berjuang mati-matian untuk mengamankan gelar juara dunia dan podium, dengan Xavier Simeon yang gesit mengatasi situasi di mana ia hampir terjatuh. “Sewaktu membalap, bekas oli di lintasan hampir mencelakai saya,” ujar Simeon. “Jangan sampai terjatuh di balapan ini dan saya beruntung bisa menyelamatkan motor saya di saat-saat genting. Tekanannya tidak seberat di Bol d’Or di mana kami harus membalas poin yang tidak bisa kami raih di Estoril. Di Most, kami bisa membalap dengan hati-hati yang akhirnya membawa kami memenangkan gelar juara dunia ini sebagai hadiah atas kerja keras tim.”

Gregg Black mengklaim gelar juara dunianya dua kali berturut-turut dengan tim pabrikan Suzuki ini. “SERT merupakan salah satu tim terbaik di balapan ketahanan sejak dulu,” katanya. “Kerja sama dengan Yoshimura amatlah terbayarkan karena kami memiliki motor yang luar biasa. Tim kami telah bekerja keras begitu pula Yoshimura dan kami sangat beruntung bisa mengendarai motor ini. Tim kami juga sering mempunyai strategi membalap yang baik dan hal itu penting mengingat tidak selalu ia yang tercepat yang bisa memenangkan kejuaraan. Jadi, saya sangat senang bisa bekerja dengan Yoshimura dan dua rekan baru saya.”

Musim impian
Setelah beberapa kali membalap di Suzuka 8 Hours dengan Yoshimura dan pernah memenangkan laga 8 Hours of Doha dengan SERT pada 2010, Sylvain Guintoli baru saja menyelesaikan musim FIM Endurance World Championship. Sang juara dunia Superbike 2014 ini menambah gelar juara dunia baru ke daftar pencapaiannya.

“Musim ini terasa bagai mimpi karena semuanya berjalan sesuai rencana,” ucap Guintoli. “Hal menakjubkan yang saya rasakan ialah memenangkan 24 Heures Motos dan Bol d’Or – dua ajang yang sangat ingin saya menangkan dari dulu. Inilah mengapa saya ingin bergabung dengan Yoshimura SERT Motul. Gelar ini terasa fantastis sebagai balasan segenap upaya yang dikerahkan oleh seluruh jajaran tim. Kami datang ke sini bertekad meraih juara dan podium, jadi saya sangat lega kedua hal itu bisa terlaksana!”

Kontrak Yoshimura-SERT telah berakhir dengan kemenangan gelar juara dunia di musim perdana mereka. Yohei Kato, direktur Yoshimura SERT Motul, sangat paham atas pentingnya kesuksesan ini. “Saya sangat senang dan bersyukur bisa memenangkan kejuaraan di tahun pertama kami berpartisipasi sebagai tim Yoshimura SERT Motul. Kami bersumpah untuk berjuang di Endurance World Championship atas nama Suzuki Factory Team. Musim ini telah membuktikan bahwa impian bisa jadi nyata dan kami juga memenangkan dua balapan 24 jam paling terkenal di dunia, 24 Heures Motos dan Bol d’Or.

“Gelar juara dunia ini adalah pencapaian pertama tim baru ini dan ke-20 bagi Suzuki. Suzuki, Yoshimura dan SERT akan terus bekerja sama untuk meningkatkan Suzuki GSX-R1000R. Seluruh tim akan saling menghormati satu sama lain dalam semangat satu untuk semua, semua untuk satu. Saya kira ini adalah hasil terbaik yang bisa menyemangati upaya kami selanjutnya!”

Penerus yang sukses
Bagi Damien Saulnier, manajer tim Yoshimura SERT Motul, gelar juara dunia dua kali berturut-turut ini membuktikan kesuksesan yang ia raih sebagai manajer tim yang dibesut oleh Dominique Méliand ini. Setelah menjuarai kejuaraan dunia tahun lalu dengan mengelola sendiri Suzuki Endurance Team, ia sekali lagi berhasil membawa tim menjadi juara, kali ini bersama Yoshimura SERT Motul. Musim ini ditutup dengan pencapaian gelar juara dunia dan podum di 6 Hours of Most.

“Kami datang dengan membidik gelar juara dan kami harap bisa naik ke podium juga,” ujarnya. “Saya cukup berhati-hati dengan tim #333 yang cukup menyulitkan kami. Setelah finish usai, kami diliputi beragam emosi, rasa senang dan terima kasih mendalam untuk Yoshimura karena kerja sama ini membuahkan hasil yang luar biasa. Saya sangat bangga dengan tim ini. Saya ingin mengambil resiko seminim mungkin, namun kami juga harus pintar mengambil kesempatan. Motor, ban dan rider semua tereksekusi sempurna. Dominique Méliand mempercayakan SERT kepada saya dan saya bersyukur, di posisi saya sebagai manajer tim, dapat mempersembahkan gelar juara kedua kepada tim ini.”