Tanya Jawab bersama Kevin Bolliger, Sang Manajer Tim Bolliger Team Switzerland

2021-05-11T15:31:18+02:00Mei 11th, 2021|2021, 24 Heures Motos 2021|

Kevin Bolliver mewarisi tim yang dibentuk pada tahun 1980-an oleh ayahnya, Hanspeter. Sang “Hämpu” masih berada di jajaran staf, namun beliau telah memberikan komando ke Kevin pada akhir musim lalu.

– Bagaimana rasanya jadi big boss baru dari Bolliger Team Switzerland?
Menakjubkan. Sejak saya masih kecil, saya bermimpi mengambil alih tim ayah saya. Sekarang, 20 tahun kemudian, impian saya menjadi nyata. Saya kini adalah manajer tim dari salah satu tim privat terbaik dan paling sukses sepanjang sejarah Endurance World Championship. Saat ini, impian masa kecil saya tengah menghadapi berbagai cobaan. Pandemi virus corona yang tak ada hentinya ini memberikan dampak yang besar di seluruh dunia. Beberapa dari sponsor kami harus memangkas atau bahkan menghentikan dukungan mereka dan event-event legendaris kami yang memakan budget besar juga dibatalkan.

– Bagaimana rasanya mengomandoi tim yang lebih tua dari Anda?
Saya sangat menghormati pencapaian-pencapaian yang telah ayah saya peroleh bersama tim ini selama bertahun-tahun. Saya juga senang beberapa anggota tim yang sudah senior masih bergabung dan secara aktif mendukung saya. Saya punya ikatan kuat dengan mereka karena mereka telah mengenal saya sejak saya kecil.
Memang ada tekanan agar tidak berbuat kesalahan, karena saya merasa ada banyak pasang mata yang mengawasi saya. Namun, saya tidak terlalu mempermasalahkannya untuk saat ini. Lain ceritanya jika saya mengomandoi tim untuk pertama kalinya tanpa ayah saya.

– Berapa lama Anda telah bergabung di tim ini bersama ayah Anda dan apa peran Anda?
Bahkan saat saya masih kecil, saya sudah naik sepeda atau pit bike dan mengutak-atik paddock-nya. Tiba-tiba saya cukup tua untuk mengambil peran di tim dan saya dibolehkan untuk mengambil posisi sebagai fireman. Kemudian, saya bergabung secara aktif di tim ini dan lebih terlibat di pit stop dan pekerjaan mekanik lainnya. Sekitar 6 tahun lalu, saya mengambil alih tugas ayah saya di pit stop. Saya rasa saat itu proses penggantian dari ayah saya ke saya sebenarnya sudah dimulai. Hämpu lalu menyiapkan saya secara optimal agar mampu memerankan tugas saya sebagai manajer tim.

– Apa yang telah dan akan berubah dari tim ini di tangan Anda?
Saya tidak ingin mengubah filosofi tim ini karena sudah diemban dengan sangat baik selama bertahun-tahun. Karena jika ayah saya melakukan sesuatu yang salah, kami tidak mungkin berada di titik ini bersama dengan tim. Hämpu telah membangun tim dari nol dan kami berhasil meraih runner-up dua kali di kejuaraan dunia dan sering menyabet posisi 5 besar.
Tentu saya akan mencoba beberapa hal baru bersama tim agar dapat meningkatkan performa tim lebih baik lagi.

– Apa tujuan Bolliger Team Switzerland musim ini?
Soal tujuan, juga tidak banyak berubah. Walau kami tidak begitu meraih banyak prestasi beberapa tahun belakangan, kami tetaplah merupakan salah satu tim terbaik di kejuaraan ini. Kami ingin terus bertarung untuk 5 besar dan juga posisi di podium. Kami ingin mempertahankan reputasi kami sebagai tim privat terbaik di kejuaraan ini. Pit stop kami adalah salah satu yang tercepat dan kami akan terus melakukan itu. Namun satu hal yang jelas; tingkat persaingan di FIM EWC semakin tinggi dan laga ini juga semakin populer berkat Eurosport Events. Semakin sulit bagi tim privat untuk mengejar posisi atas. Namun dalam hal ini, tujuan kami masih sama karena kami adalah tim kuat yang memiliki banyak pembaruan!