Rekap Balapan Suzuka 8 Hours

2022-08-07T20:51:15+02:00Agustus 8th, 2022|2022|

Walau ada begitu banyak drama dan kekecewaan di belakang layar, Team HRC #3 memenangkan Coca Cola Suzuka 8 Hours ke-43, ronde ketiga FIM FIM Endurance World Championship, usai tampil dominan sepanjang balapan dan unggul satu lap dari rival terdekatnya berkat kerja keras rider Tetsuta Nagashima, Takumi Takahashi dan Iker Lecuona.

CBR1000RR-RSP #33 tak tertandingi selama balapan 8 jam walau sempat mengalami sedikit masalah di awal balapan.

Suzuka 8 Hours secara mengejutkan dimulai dengan langit yang cerah usai dirundung mendung, hujan, dan kelembapan tinggi sepanjang minggu. HRC melenggang dengan nyaman sejak start, disusul oleh tim permanen Yamaha YZFF-R1 #7 yang harus mengalami nasib malang dan turun hingga posisi ke-25. Nasib Niccolò Canepa di YART yang penuh perjuangan berbanding terbalik dengan nasib Gregg Black di Yoshimura SERT Motul GSX-R1000R #1 yang langsung naik ke posisi ke-4 di lap pertama.

Tak lama setelah lap pertama usai, safety car harus diturunkan menyusul kecelakaan antara Kosuke Sakumoto dari Astemo Honda Dream SI Racing #17 dengan Naomichi Uramoto dari SDG Honda Racing bermotor CBR1000RR-R yang sama saat memasuki tikungan T13. Mimpi akan kejayaan langsung berubah menjadi malapetaka dalam hitungan menit.

Sakumoto kehilangan kendali bagian depan motor dan tanpa tanda apapun langsung menabrak Uramoto. Beruntung kedua rider bisa bangkit, tapi motor perlu diangkut dan pembatas lintasan harus ditata ulang sehingga periode safety car berlangsung sampai 7 putaran.

Honda NSX yang jadi safety car pun memimpin #33, FCC TSR CBR1000RR-R Fireblade #5 dengan Josh Hook sebagai rider pembuka, Kawasaki Racing Team Suzuka 8H ZX-10R #10 dengan Leon Haslam, lalu SERT, BMW MOTORRAD WORLD ENDURANCE TEAM M1000RR #37 dengan Illya Mykhalchyk.

Periode ini membuat posisi para rider berdekatan dan tidak lama setelah balapan dimulai kembali, Black, Takahashi, dan Haslam semua terlibat persaingan sengit sebelum HRC kembali ke posisi pertama dan mulai menjauh dari para rivalnya.

Setelah itu, muncul pertanyaan siapa yang akan masuk pit lebih dulu dari para jagoan ini? Jawabannya adalah YART. Canepa telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk menebus startnya yang terlambat, naik ke urutan ke-10 pada lap 10, lalu ke-7 satu lap kemudian, dan terakhir ke posisi ke-3 pada lap 14.

Pada lap ke-26, YART melakukan pergantian rider dari Canepa ke Marvin Fritz. Selanjutnya, tim #5 yang masuk pit dengan pergantian dari Hook ke Di Meglio, lalu SERT mengganti Black ke Watanabe. HRC #33 menunggu hingga lap 28 untuk masuk pit dan mengganti dari Takahashi ke Nagashima.

Ewc,8H,Suzuka,2022-YART Yamaha, Fritz Marvin, Hanika Karel, Canepa Nicolo, Yamaha YZF R1, Formula EWC

Selagi HRC di pit, Kawasaki #10 memimpin balapan untuk satu lap sebelum mereka juga masuk pit. Strategi konsumsi bahan bakar kini menjadi perhatian semua orang.

Konsumsi bahan bakar bukan satu-satunya pertimbangan bagi tim Webike SRC Kawasaki France #11 setelah Randy de Puniet mengalami penurunan kecepatan di Degner 2 yang mengharuskannya kembali ke pit dan menghabiskan waktu selama 7 menit sebelum Florian Marino kembali ke lintasan.

Safety car kedua keluar saat balapan memasuki dua jam setelah rider #51 mengalami kecelakaan. Sang rider baik-baik saja, walau kondisi motor sedikit hangus karena terbakar. Namun, drama terjadi di tim Honda #5 dengan pit-stop yang berkepanjangan untuk mengganti master rem sehingga posisi mereka merosot ke bawah.

Tepat sebelum paruh waktu, ada lebih banyak drama. Masalah untuk BMW #37 membuat Mykhalchyk harus mendorong M1000RR kembali ke pit – bukan hal sepele di bawah terik matahari – sementara Jonathan Rea terjatuh dari ZX-10R saat masuk ke chicane. Rider Inggris itu segera bangkit dan saingan terdekatnya YART segera melakukan pergantian rider berikutnya, sehingga posisi mereka bertukar. Namun, sayangnya tim BMW harus mundur karena masalah radiator yang tak mampu diselesaikan.

“Saya sangat kecewa, tentu saja, karena kami mengalami masalah pada motor yang tidak bisa kami atasi,” kata manajer tim Werner Daemen.

“Memalukan memang, tapi kami juga mendapat banyak pelajaran dalam pekan balap ini. Kami belum pernah membalap di sini sebelumnya dan saat Top 10 Trial kami ada di posisi ke-9 dan berbuah posisi ke-6 kualifikasi. Para kru melakukan tugas mereka dengan sangat baik. Kami tidak jatuh sekalipun. Semangat dan usaha yang besar dari semua krus dan kami jadi tahu apa yang harus kami lakukan untuk tahun depan.”

Dengan keluarnya BMW, persaingan di paruh kedua berpusat pada Yamaha #7 dan Suzuki #1. Kecepatan YART tidak menurun walau tidak bisa selincah Suzuki, tetapi masih tetap berada di jalur juara.

Ketika balapan memasuki jam terakhir, penggantian ban belakang berlangsung lebih lama bagi Fritz. Begitu kembali ke lintasan, ia bertabrakan dengan Akeno Speed #74, tim Superstock Yamaha Superstock di tikungan T13 yang membuat keduanya masuk ke pembatas sirkuit. Frizt berhasil membawa motor kembali ke pit, tapi tim memerlukan waktu cukup lama untuk memperbaiki motor R1 mereka dan harus menerima penalti juga.

“Podium sudah ada dalam genggaman kami, tapi kurang dari satu jam, saya mau menyalip rider posisi bawah tapi malah jatuh,” jelas Fritz.

“Saya bahkan tidak begitu bernafsu saat itu, saya hanya berusaha menjaga ritme saja. Saya mau menyalip di tikungan 13 karena dia [rider Akeno Speed] punya celah di sisi kiri, tapi dia malah pindah jalur jadinya kami berada di jalur balap yang sama. Kami pun bertabrakan dan jatuh.

“Motornya rusak parah, tapi rekan-rekan tim bisa memperbaikinya kurang dari sepuluh menit. Saya minta maaf kepada semuanya yang sudah bekerja keras minggu ini dan mereka pantas mendapatkan posisi tiga besar. Kami cepat di semua sesi, tapi sedih rasanya harus mengakhiri balapan seperti ini.”

Hanika pun jadi rider selanjutnya sekaligus yang terakhir turun membalap bagi YART setelah motor diperbaiki, dengan satu hukuman ride through penalty, tapi mereka sudah kehilangan kesempatan podium ke Suzuki #7.

“Tentu saja saya kecewa, tapi juga bangga kepada tim kami,” tutur manajer tim Mandy Kainz. “Kami tidak punya banyak bantuan seperti tim-tim pabrikan lainnya, tapi kami bisa berada di posisi depan sepanjang minggu.

“Kami sudah melesat di posisi depan sejak hari pertama tes, dan jadi satu-satunya tim yang catatan waktu ridernya berada dalam rentang 2 menit 05 detik ketika kualifikasi, bukti kalau kami memang cepat. Saat balapan ketiga rider tampil luar biasa, sangat konsisten, dan tampaknya kami bisa mewujudkan mimpi kami untuk dapat podium pertama di Suzuka. Sayangnya, mungkin belum waktunya, tapi inilah balapan ketahanan.”

Setelah Suzuka YART berada di posisi ketiga klasemen dengan 93 poin, 34 poin di belakang pimpinan klasemen, tetapi masalah di jam terakhir berbuah poin maksimum bagi Suzuki #1 yang jadi juara pertama dari kelas EWC dan ketiga keseluruhan. Tidak buruk bagi skuad yang sempat ganti rider dua kali dan dapat posisi start ke-22.

Black, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, menampilkan performa yang menakjubkan dari posisi start ke-22 hingga mampu bersaing memperebutkan posisi awal, namun duo Suzuki ini tidak dapat menyamai kecepatan para rivalnya di pertengahan balapan bahkan saat posisi mereka cukup berdekatan.

“Hasil yang luar biasa untuk meraih beberapa poin besar untuk kejuaraan,” kata Black setelahnya.

Finis di depan Yoshimura SERT adalah Kawasaki Racing Team Suzuka 8H #10 bermotor ZX-10R dengan rider Jonathan Rea, Alex Lowes dan Leon Haslam. Rea sempat terlibat insiden di T12 di jam keempat balapan dan hanya kejadian ini saja yang membuat tim was-was.

KRT #10 bersaing dengan Yamaha #7 dengan #7 lebih cepat, namun konsumsi bahan bakar yang lebih besar. KRT terpaksa mengalah saat safety car kedua diturunkan yang memberi jarak antara KRT dengan tim terdepan. Kemudian, mendekati setengah laga, Rea mengalami sedikit insiden ketika mencoba melewati dua rider yang lebih lambat dalam upayanya untuk meraih poin lebih banyak sehingga ia kehilangan beberapa detik berharga yang tidak mampu ia balaskan hingga balapan berakhir.

“Tidak mudah untuk memiliki dua tujuan dalam satu musim – WorldSBK dan juga Suzuka 8 Hours,” kata Rea. “Kami memiliki persaingan yang sangat ketat di sini dan kami telah melakukan yang terbaik. Saya merasa kami hanya bernasib kurang baik, tetapi kami bisa bangga, dan saya sangat bangga dengan rekan satu tim saya dan semua orang atas kerja keras mereka. Sedikit pahit memang menjadi yang terbaik kedua, tetapi kami telah memberikan yang terbaik.

“Ada beberapa kesalahan dalam balapan, beberapa kendala, tetapi itulah balapan endurance dan kami puas berdiri di podium dan bangga dengan usaha kami.”

Selanjutnya, ada tim FCC TSR #5 dengan rider Josh Hook dan Mike Di Meglio yang berjuang untuk dapat naik ke posisi atas setelah dilanda pergantian master rem lebih awal, masalah rem dan knalpot hingga mampu finis di urutan ke-10 secara keseluruhan dan mempertahankan posisi kedua di klasemen sementara World Endurance Championship.

Skuad yang tinggal dua rider karena Gino Rea harus dirawat di rumah sakit ini memperlihatkan start yang bagus hingga dapat bersaing memperebutkan posisi pertama. Namun, setelah gantian Di Meglio yang di atas motor, timbul masalah rem pertama pada motor CBR1000RR-R Fireblade yang berarti tim ini harus membalas terbuangnya waktu di pit.

Hook kembali ke lintasan di posisi ke-19 sebelum menghadapi penalti yang mengharuskannya berjuang hingga finis ke-10. Dengan 13 poin yang dikantongi dari balapan ini, F.C.C TSR Honda France mempertahankan posisi kedua mereka di klasemen sementara, 23 poin tertinggal dari sang pemuncak Yoshimura SERT.

“Ini adalah beberapa hari yang sangat sulit bagi kami dan seluruh tim,” kata Hook setelah balapan. “Pertama-tama saya hanya ingin mengatakan bahwa kami berharap kesembuhan cepat bagi Gino. Balapannya sangat, sangat sulit karena kami memiliki terlalu banyak masalah mekanis dan hanya memiliki dua rider yang lebih mengedepankan fisik sehingga kami tidak sekuat yang kami harapkan.

“Tentu saja, saya tidak senang dengan hasil hari ini, tetapi Mike dan saya memberikan 100% dan hanya ini yang bisa kami berikan saat ini.”

Selain masalah teknis dan prosedural, Di Meglio menganggap skuadnya bisa melakukan hal lebih yang dapat membuat mereka lebih kuat.

“Balapannya sangat sulit, terutama karena situasi dengan Gino,” katanya. “Kami kekurangan kecepatan dan cukup rumit untuk mengimbangi rival kami karena di Suzuka ini memang semua tentang kekuatan.

“Josh melakukan start yang sangat bagus dan kami dominan di awal, tetapi dengan dua kali masalah rem belakang dan knalpot serta penalti, kami tidak bisa berkehendak lain.”

Honda Asia-Dream Racing #88 dengan SHOWA adalah tim yang finish berikutnya dengan Zaqhwan Zaidi, Garry Salim dan Helmi Azuman di atas CBR1000RR-R, mereka membawa pulang hasil urutan ke-11 secara keseluruhan.

Di posisi ke-15 ada tim permanen Webike SRC Kawasaki France #11 yang menyelesaikan balapan di posisi lebih bawah dari posisi start akibat rider Randy de Puniet jatuh di tikungan Degner 2 dan juga masalah kekurangan bahan bakar yang membuat mereka tidak dapat maksimal.

Kemenangan hari ini adalah kemenangan ke-28 Honda di Suzuka 8 Hours dan yang pertama sejak 2014. Ini adalah kemenangan keempat Takahashi di ajang ini dan yang pertama bagi Tetsuta Nagashima dan Iker Lecuona.

“Saya sangat senang!” kata Nagashima tentang kemenangan pertamanya di Suzuka 8 Hours. “Saya senang mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pengembangan CBR1000RR-RSP di 2021 dan 2022 dengan mampu mewujudkan potensinya dan menunjukkannya kepada dunia.”

Bagi Takahashi, ini adalah kemenangan keempatnya di laga tersebut. “Saya tidak terlalu puas dengan Suzuka 8 Hours 2019, jadi saya senang kami menang hari ini,” katanya. “Saya lega karena saya berhasil memainkan peran saya. Nagashima mengembangkan motor kami dan saya harus terbiasa dengan motornya sekaligus mengeluarkan potensinya, jika tidak, saya akan menghambatnya. Ini adalah kemenangan keempat saya di Suzuka 8 Hours dan jika saya mendapatkan kesempatan lagi, saya akan mengincar rekor lima kali kemenangan yang dipegang oleh Toru Ukawa.”

 

“Saya sangat, sangat, sangat senang bisa memenangkan Suzuka 8 Hours pertama saya. Rasanya luar biasa ketika Nagashima disambut oleh bendera finis. Semuanya berjalan dengan baik sejak tes Suzuka, motor yang dikembangkan oleh Honda dan Nagashima sangat luar biasa, dan saya pikir saya berhasil memaksimalkan performa motor.

“Saya sempat khawatir ketika safety car masuk ke lintasan bahwa saya akan kehilangan jarak yang telah diciptakan oleh dua rider kami yang lain, tetapi kami berhasil melewatinya dengan baik.

Final FIM Endurance World Championship akan berlangsung pada 15-18 September dengan ajang Bol d’Or di Paul Ricard.

Hasil Balapan Suzuka 8 Hours