Randy de Puniet Gabung Moto Ain

2021-03-31T15:12:35+02:00Maret 31st, 2021|2021, 24 Heures Motos 2021|

Moto Ain mengawali karir mereka di kelas EWC dengan merekrut rider Randy de Puniet. Bersama dengan Roberto Rolfo dan Robin Mulhauser, sang mantan rider MotoGP ini akan bertarung di antara unggulan EWC lainnya.

Moto Ain, dua kali juara FIM Superstock World Cup, bersiap untuk menjalani musim pertamanya di kelas EWC.

Randy de Puniet sudah bergabung dengan tim binaan Pierre Chapuis ini. Mantan rider MotoGP asal Prancis tersebut sudah cukup berpengalaman di ranah balapan ketahanan. Setelah menjadi runner-up Suzuka 8 Hours 2014, Randy de Puniet menuai hasil serupa dalam laga debutnya di Bol d’Or pada 2016 dengan Kawasaki. Ia kembali menghuni podium Suzuka pad 2017 dengan F.C.C. TSR Honda France. Ia kemudian membela dua tim lainnya, yakni Honda Endurance Racing dan ERC Endurance Ducati yang juga turut membawanya ke podium.

Musim ini de Puniet akan membela Moto Ain, yang baru saja naik kelas dengan ambisi masuk ke posisi 5 besar dalam FIM Endurance World Championship 2021.

Pierre Chapuis, manajer tim Moto Ain
“Kedatangan Randy adalah sebuah kesempatan besar. Ia mendorong kami untuk semakin maju, sekaligus memberikan kami tekanan karena ia adalah rider yang sangat cepat. Kami masuk ke kategori balap baru dan mungkin saja membuat kesalahan. Randy membantu kami pindah dari Superstock ke EWC dan mempersiapkan motor yang mumpuni tanpa mengeluarkan biaya besar. Saya rasa Randy sangat menghargai keseriusan dan juga semangat tim.”

Randy de Puniet
“Saya sudah kenal Pierre selama 20 tahun. Ia awalnya meminta saran tentang pindah ke EWC, apa saja yang harus diubah pada motor, suspensi, dan rem… Lalu ia meminta saya untuk membalap untuk mereka. Kami melakukan beberapa tes musim dingin ini dan hasilnya bagus. Mereka kemudian menggunakan ban dari brand lagi lalu kami tes lagi hingga tes terakhir di Le Mans pada awal Maret. Jadi saya bilang OK untuk musim ini. Saya mengiyakan karena mereka juga serius dan punya kru yang hebat. Satu-satunya hal yang jadi hambatan adalah kurangnya dana. Tapi hal ini jadi tantangan yang membuat saya terpacu, dan saya tetap ingin membalap. Motor Yamaha mereka bagus, sudah siap seperti semestinya, juga ban yang oke dan tim yang kompak. Satu-satunya hal yang harus kami lakukan adalah mengerahkan segala kemampuan. Memang sulit untuk mengalahkan tim pabrikan, namun dengan strategi yang benar kami bisa meraih podium.”