Pertahanan Kuat Webike SRC Kawasaki France Trickstar

2021-06-24T14:19:06+02:00Juni 24th, 2021|2021, 24 Heures Motos 2021|

Tim pabrikan Kawasaki ini menempati podium kedua di 24 Heures Motos berkat pengalaman dan perjuangan mereka. Tim yang dikepalai oleh Gilles Stafler ini memiliki beberapa kendala mekanis, namun mereka mampu mengatasinya sehingga mampu bersaing dengan tim-tim lainnya.

Jérémy Guarnoni, Erwan Nigon dan David Checa tidak main-main. Start dari posisi ke-7, mereka mampu naik ke lima teratas dalam sepanjang balapan kecuali di babak awal karena ada masalah pada pengereman. Namun, mempertahankan posisi di urutan atas 24 Heures Motos itu lumayan sulit.

Gilles Stafler, manajer tim Webike SRC Kawasaki France Trickstar, menekankan perbedaan utama antara timnya dan tim-tim pabrikan lainnya: piranti elektronik.

“Dengan piranti elektronik standar yang kami miliki, sangat sulit bagi kami untuk bersaing dengan para rival seperti YART dan Suzuki. Cara Suzuki membalap di Le Mans persis seperti cara kami beberapa musim lalu ketika kami mampu unggul. Kini kami tidak lagi secara teknis dapat melakukannya. Jadi, kami memutuskan untuk membalap dengan hati-hati, memperhatikan apa yang terjadi di depan karena akan selalu ada kecelakaan. Namun, persaingan antara SERT dan Yoshimura sangatlah ketat dan sulit ditembus. Dengan piranti elektronik kami, kami setidaknya melakukan dua lap lebih sedikit per babak daripada yang lain dan yang utama adalah kami memanfaatkan secara maksimal ban Dunlop kami. Jika pakai piranti elektronik top, kami dapat membedakan tingkat power mesin di tikungan dengan 2, 3 lalu 4 silinder secara bergantian. Kini kami tidak dapat mengeksplor seluruh kualitas ban kami karena kami tidak punya cukup alat untuk melindunginya. Di belakang safety car, Suzuki dapat menyelesaikan 37 lap. Kami mampu menyelesaikan 33 lap saja sudah senang. Ketika Anda harus melakukan dua pit stop lebih banyak, strategi balapannya adalah bersabar dan bertahan.”

Saat ini Webike SRC Kawasaki France Trickstar berada di posisi runner up dan mereka harus mempertahankan posisi mereka di 12 Hours of Estoril. “Balapan 12 jam biasanya berlangsung rumit,” ujar Stafler. “Kami sudah tahu kami akan menjalani satu pit stop lebih banyak daripada tim lainnya. Para rival kami kemungkinan akan mengalami lebih sedikit kendala dibanding ketika membalap di balapan 24 jam, namun bagaimanapun situasinya, saya bukanlah tipe manajer yang terlalu ambil pusing. Namun, kami harus bertahan sebisa mungkin.”

Balapan berikutnya, 12 Hours of Estoril, akan diadakan pada 17 Juli di Portugal.