Di Balik Layar Dunlop Motorsport

2021-10-08T18:42:58+02:00Oktober 8th, 2021|2021, 6 Hours of Most|

FIM EWC adalah salah satu dari segelintir kejuaraan balap motor FIM yang mengikutsertakan beberapa pabrikan ban. Dunlop menjadi distributor lebih dari 60% peserta, baik untuk tim pabrikan atau privateer. Kali ini kami berbincang dengan David Auerbacher dan Wim Van Achter, perwakilan Dunlop Motorsport di balapan ketahanan, untuk mencari tahu lebih lanjut peranan mereka dalam kejuaraan.

“Kami memperlakukan semua pihak secara adil,” jelas David Auerbacher. “Tiap tim mengirimkan perwakilan ke truk kami untuk mengambil ban mereka. Kami mengalokasikan ban untuk tiap tim tergantung dari sirkuit dan cuacanya. Akan ada dua atau tiga tipe yang diajukan untuk digunakan oleh insinyur kami yang akan disetujui pada minggu balapan dan sudah sejalan dengan strategi tim. Contohnya, kami akan menawarkan dua tipe ban belakang ke tim Superstock tergantung dari jumlah putaran yang bisa mereka lakukan sebelum pergantian ban. Pilihan tiap tim tergantung dari masukan dari pembalapnya.”

“Di Dunlop, sama seperti pabrikan ban lainnya, racing memberikan kesempatan bagi kami untuk mengembangkan teknologi tiap produk. Tim pabrikan membalap untuk menang, tetapi mereka juga sembari mengetes ban sehingga kami bisa tahu sejauh mana kualitasnya. Tim-tim ini mendapatkan ban prototipe khusus yang baru dikembangkan dan tidak didapatkan oleh tim privateer.”

“Pengembangan ban menjadi bagian dari standar yang dilakukan tiap tahun,” kata Wim Van Achter. “Tetapi tim pabrikan terkadang memakai ban standar yang bisa digunakan oleh semua tim, yang menunjukkan betapa bersaingnya tipe ban tersebut.”

Dunlop juga memiliki perwakilan yang bekerja sama dengan tim pabrikan. Julien da Costa dengan Webike SRC Kawasaki France Trickstar dan John Higgins dengan BMW Motorrad World Endurance Team. Tim lainnya yang juga mendapat sokongan dari pabrikan juga memiliki perwakilan, seperti VRD Igol Experiences dan Moto Ain.

Dunlop Motorsport di Endurance juga menunjukkan betapa besarnya skala logistik yang ditunjukkan oleh truk-truk pembawa bahan perlengkapan dan area pengepasan ban. “Kami membawa 3.500 ban dari seluruh tipe untuk balapan 24 jam seperti Le Mans atau Bol d’Or,” lanjut David Auerbacher. “Di Most, kami membawa 1.500 ban untuk memenuhi permintaan karena kami tidak punya cukup banyak informasi mengenai trek ini.

Dibandingkan dengan kejuaraan lainnya, Endurance menunjukkan betapa awetnya ban yang dilihat dari beragam kondisi, tipe motor, dan keluwesan dalam membalap. Hal tersebut sangat penting untuk pengembangan produk. Di luar balapan, beberapa rider Endurance juga turut menjadi test rider kami, seperti Markus Reiterberger dan Kenny Foray (BMW Motorrad World Endurance Team) danNico Terol (VRD Igol Experiences). Dan dari segi publisitas, kejuaraan dunia memiliki cakupan yang sangat luas.”