News

BMW Motorrad World Endurance Team Mengejar Kemenangan di Sepang

2019-11-12T13:34:05+01:00November 12th, 2019|2019-2020, 8 Hours of Sepang 2019|

Tim pabrikan BMW Motorrad World Endurance Team telah mengumumkan lini tiga pembalap barunya yang akan berlaga di Sepang. Motor S 1000 RR #37 akan ditunggangi Ilya Mikhalchik, Kenny Foray, dan Markus Reiterberger.

Setelah berhasil finish di posisi ke-3 dengan gemilang dalam debut FIM EWC-nya di Bol d’Or bulan September lalu, BMW Motorrad World Endurance Team bertekad untuk menorehkan hasil yang lebih tinggi dengan lini pembalap baru untuk 8 Hours of Sepang yang akan diadakan pada Sabtu 14 Desember mendatang.

Tim pabrikan BMW ini telah mengumumkan kedatangan pembalap asal Jerman Markus Reiterberger yang akan bergabung dengan pembalap asal Prancis Kenny Foray (juara EWC 2014), dan Ilya Mikhalchik asal Ukraina, juara German IDM Superbike dua kali yang berhasil mencetak rekor waktu putaran tercepat di Bol d’Or.

Selain memiliki dua gelar juara IDM Superbike, Reiterberger (25) juga merupakan juara European Superstock 2018 dan berhasil mengakhiri musim di FIM Superbike tahun ini di posisi ke-14.

Sejak 2014, Markus Reiterberger juga telah menempa keahliannya dalam balapan ketahanan. Ia menempati podium kedua dengan Wepol BMW Penz13 di penampilan terakhirnya di FIM EWC pada Bol d’Or 2017.

Kenny Foray, Ilya Mikhalchik, dan Markus Reiterberger sudah pasti menjadi kandidat unggulan pemenang 8 Hours of Sepang.

Werner Daemen, manajer tim
“Saya sangat senang karena Markus akan bergabung dengan kami di Sepang. Dengan pengalamannya di Superbike World Championship dan talentanya yang besar, ia akan menjadi kawan yang pas untuk Kenny dan Ilya. Markus melaju sangat cepat di Sepang 2016. Bahkan saat itu ia hampir finish di podium. Mungkin kali ini ia akan membawa keberuntungan bagi kami.”

Markus Reiterberger
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Werner dan tim atas kesempatannya untuk membalap di Sepang. Sepang adalah sirkuit yang fantastis dan saya berhasil menorehkan hasil terbaik ketika berkompetisi di Kejuaraan Dunia Superbike 2016. Pada saat itu saya bisa mengamankan posisi keempat hingga sesaat sebelum finish, namun saya harus mundur karena masalah teknis. Balapan itu masih membekas di benak saya. Trek ini memiliki daya cengkram yang bagus dan saya yakin motor kami cocok dengan karakteristik Sepang. Saya memiliki dua rekan tim yang sangat kompetitif dan kami akan berusaha dengan maksimal untuk meraih kemenangan.”